Minggu, 18 Agustus 2013

Valuasi Saham Benjamin Graham - Guru Warren Buffett


Dalam buku The Intelligent Investor, Benjamin Graham menerangkan tentang cara dia memvaluasi sebuah saham. Dia juga mengabaikan perhitungan yang rumit-rumit dan dibuat menjadi sangat sederhana tetapi tidak sesederhana yang kita pikirkan tentunya. Terutama bagian penentuan komponen-komponen yang masuk dalam perhitungan ini.

Caranya dijelaskan oleh Graham pada Security Analysis tahun 1962, seperti berikut ini:

V     = Intrinsic Value/Harga wajar
EPS = EPS TTM (trailing twelve month
8,5   = P/E untuk perusahaan yang tidak tumbuh
g      = Pertumbuhan laba jangka panjang 7 - 10 tahun

Dari rumus di atas sepertinya Graham menyadari bahwa perhitungannya mempunyai kekurangan sehingga ia merevisi rumus tersebut pada tahun 1974 menjadi:


V     = Instrinsic Value
EPS = EPS TTM
8,5   = P/E perusahaan yang tidak bertumbuh
g      = Estimasi growth jangka panjang (5 tahun)
4.4   = Bunga obligasi rata-rata, langsung aja kita anggap sama dengan BI rate 6%
Y     = Yield obligasi corporate rating AAA, konservatif 12%

Jika ingin update sendiri yield bond, silakan dilihat pada web berikut http://www.ibpa.co.id/

Graham juga menjelaskan cara penggunaanya dengan metode RGV (relative Graham Value) yaitu membagi Instrinsic value (V) dengan Current price saat ini (P). Cara pembacaannya juga sangat mudah yaitu jika bernilai < 1 maka emiten tersebut over value sedang jika bernilai > 1 maka emiten tersebut sudah under value.

Saya pakai contoh saham HEXA aja ya yang punya EPS = 513 (1 usd = 9000), estimasi growth jangka panjang saya tetapkan 15%.

V =  (513 * (8,5 + 2g) * Bi Rate)/Y
V =  (513 * (8,5 + 2*15) * 6)/12
V =  9875

Sehingga secara sekilas jika dibandingkan dengan harga HEXA sekarang maka saham ini termasuk over value.

RGV = V/P
= 9875/10050
= 0.98 (over value)


Note:
Untuk estimasi growth (g) saya lebih suka memakai panduan sejarah growth laba usaha dalam 5 tahun kebelakang karena lebih stabil. Bagaimana untuk perusahaan yang baru bertumbuh ... anda harus mengerti lebih dalam tentang emiten tersebut.
  • Bandingkan juga dengan valuasi yang biasa anda gunakan.
  • Valuasi adalah bagian akhir dari analisa fundamental, akan percuma jika anda memvaluasi perusahaan kurang sehat, tidak bertumbuh atau malah sering rugi.
  • Valuasi lah dengan konservatif, jangan terlalu agresif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar